Rabu, 25 September 2019

10 Aplikasi CCTV Android Terbaik & Paling Canggih Saat Ini

Seperti yang kita tahu, kamera pengintai atau yang sering di sebut sebagai CCTV memiliki kegunaan yang sangat berarti bagi sang pemiliknya. Tentu saja fungsi dan tujuannya agar sang pemilik merasa aman dan bisa memantau langsung keadaan di sekitarnya ketika ia sedang bepergian.
Seiring perkembangan teknologi yang semakin berkembang, kita tak hanya bisa melakukan pengawasan terhadap kamera pengintai tersebut melalui komputer saja. Namun kini smartphone android pun bisa di manfaatkan sebagai alat untuk memonitoring, dengan syarat harus terkoneksi dengan jaringan WiFi.
Untuk dapat melakukan hal tersebut, kamu membutuhkan sebuah perangkat IP Webcam yang mana nantinya ia bisa di kendalikan secara penuh melalui perangkat lain, seperti PC, laptop, ataupun smartphone android. Tentunya hal tersebut membutuhkan bantuan dari program atau aplikasi sebagai alat monitoring.
Untuk membantumu dalam melakukan hal tersebut, kamu bisa menggunakan 10 aplikasi CCTV terbaik di android dan paling canggih yang telah YaTekno kumpulkan. Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

1. IP Webcam




IP Webcam merupakan salah satu aplikasi CCTV terbaik yang berfungsi untuk merekam segala aktifitas di sekitarnya. Aplikasi canggih buatan Pavel Khlebovich ini mampu merekam gerak-gerik orang hingga suara sekalipun.
Untuk menggunakannya, kamu membutuhkan 2 buah perangkat, yakni android dan PC atau tablet. Sedangkan untuk memonitoringnya kamu bisa menggunakan berbagai cara, baik itu melalui VLC Media Player ataupun Browser. 
Selain berfungsi sebagai alat pengintai, ia juga memiliki beberapa fitur canggih yang bisa kamu manfaatkan, di antaranya yakni fitur recording (perekaman), pendeteksian suara, pengaturan resolusi, dan lain sebagainya.

Melalui aplikasi WiFi Baby Monitor, kamu bisa memantau ruangan atau spot tertentu menggunakan perangkat CCTV buatanmu sendiri. Penggunaannya pun cukup mudah, kamu hanya perlu meletakkan perangkat smartphone yang tidak terpakai ke spot yang ingin kamu lihat dan awasi.
Untuk bisa terkoneksi, kedua perangkat harus terhubung dengan koneksi internet (WiFi) yang sama. Dengan catatan WiFi tersebut bukanlah hasil dari hotspot ponsel android yang di gunakan sebagai monitoring, melainkan melalui jaringan WiFi di sekitarmu.
Selama pemantauan berlangsung, kamu bisa melakukan zoom-in atau zoom-out, pengaturan cahaya, hingga merekam segala jenis kegiatan yang berlangsung melalui aplikasi perekam layar di android.

3. WardenCam



Kamu punya smartphone yang tersimpan rapih namun masih berfungsi normal? Sangat di sayangkan, lebih baik kamu gunakan sebagai kamera pengaman di rumahmu. Aplikasi bernama WardenCam ini akan membantumu dalam memonitoring segala aktifitas dari kamera CCTV buatan yang telah kamu pasang.
Salah satu kelebihan aplikasi ini yakni adanya dukungan atau fitur Night Vision. Dimana kita bisa memantau dalam keadaan yang minim penerangan. Tertarik untuk mencobanya?

4. tinyCam Monitor

Aplikasi CCTV yang satu ini mampu mengontrol situasi dari jarak jauh dengan kualitas gambar yang cukup baik. Cara kerjanya pun cukup mudah, kamu hanya perlu menghubungkan aplikasi tinyCam Monitor ini dengan perangkat kamera CCTV melalui IP.
Beberapa merek kamera yang support di antaranya adalah Amcrest, Foscam, D-Link, Edimax, Panasonic, Pixord, dan masih banyak lagi. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa melakukan control PTZ (Pan/Tilt /Zoom) pada perangkat kamera yang terpasang secara real-time.

5. IP Cam Viewer Basic

Buat kamu yang memiliki kamera CCTV di rumah, sekarang kamu bisa memantaunya secara langsung melalui smartphone android. Aplikasi Robert Chou mendukung perangkat kamera yang telah mendukung jaringan protokol RTSP, ONVIF, MMSH, dan masih banyak lagi.
Tak hanya berfungsi sebagai alat monitoring, kamu pun bisa melakukan beberapa fungsi pada fitur yang tersemat pada aplikasi ini, di antaranya yakni fungsi auto-focus, recording, dan masih banyak lainnya.


Live Camera Viewer bukanlah aplikasi monitoring yang berfungsi seperti aplikasi CCTV sebelum-sebelumnya. Pasalnya aplikasi canggih ini memungkinkanmu untuk dapat melihat CCTV secara real-time dari berbagai sudut kota di banyak negara, termasuk Indonesia.
Untuk menelusuri daerah mana yang ingin di lihat, kamu hanya perlu memilih country serta mengetikkan kata kunci pada kota-kota tertentu. Dengan catatan, kota yang kamu cari harus sudah di bekali dengan kamera pemantau yang mengaktifkan fitur online streaming kepada publik.

Melalui DroidCam, kamu bisa menjadikan perangkat androidmu sebagai CCTV dengan fungsi webcam IP. Dimana nantinya kamu bisa memantau segala aktifitas yang terekam oleh perangkat tersebut melalui browser.

Menariknya, aplikasi canggih yang memiliki jumlah pengguna lebih dari 5 juta ini mendukung resolusi tinggi (HD), yakni hingga 720p. Dengan demikian, ketajaman gambar yang tersaji akan sangat jelas.


Aplikasi yang satu ini membantumu untuk dapat memantau langsung segala aktifitas yang terlihat oleh kamera pengaman yang kamu pasang. Kamera pengaman tersebut bukanlah perangkat android, melainkan sebuah kamera yang memiliki fitur canggih, seperti DVR dan NRVs.
Ketajaman gambar maupun suara yang di hasilkan pun memiliki kualitas yang cukup baik. Tidak hanya itu, ia juga support dengan berbagai merek kamera wireless populer, seperti iLuv, Oco, Philips, Axis, Dahua, Hikvision, dan masih banyak lagi.

9. iVMS-4500


iVNMS-4500 merupakan sebuah program canggih yang di rancang khusus untuk memantau segala aktifitas pada kamera DVR atau NVR dari jarak jauh. Tak hanya berfungsi sebagai pemantau, ia pun di bekali dengan banyak fitur, seperti playback, recording, auto-focus, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, pengguna juga bisa mengatur tingkat resolusi gambar mulai dari 480×800 hingga 1920×1080. Hal tersebut tentunya bisa di sesuaikan dengan koneksi yang di miliki. Sayangnya, aplikasi buatan HIKVISION ini hanya bisa di gunakan oleh perangkat android dengan OS 4.0 atau lebih tinggi.

Tidak bisa di ragukan lagi, Foscam Viewer memiliki beragam fitur canggih dan bisa di andalkan sebagai alat monitoring. Melalui aplikasi ini, kamu bisa memantau berbagai kegiatan di rumah ataupun spot tertentu agar selalu aman dan terjaga.
Untuk dapat menjadikannya sebagai alat pemantau, kamu harus memiliki sebuah kamera CCTV atau IP Webcam yang mendukung jaringan protokol. Nah, nantinya kamu bisa memonitoring secara real-time setelah menghubungkan perangkat android dengan kamera pengaman tersebut, baik itu menggunakan jaringan 3G ataupun WiFi.



Share:

Adobe Flash " Membuat Animasi Orang Berjalan "


Membuat Animasi Orang Berjalan


Sebelum Membuat Animasi Orang Berjalan, ada baiknya pelajari dulu bagaimana siklus gerak jalan manusia normal sehingga lebih memudahkan ketika membuat animation. pada dasarnya ada 4 fase (Tahap) gerakan jalan yaitu ContactRecoilPassing, dan High Point.
 Sebagai contohnya ikuti langkah-langkah berikut ini:

Buka Aplikasi flashnya. Disini aplikasi flash yang saya gunakan Adobe Flash cs5, jika teman-teman punya aplikasi flash cs3, cs4 , atau macromedia flash , tidak apa-apa karena tools yang digunakan pada dasarnya sama. Tapi jika teman-teman belum punya aplikasinya, teman-teman bisa mendownload Adobe Flash Profesional Cs5

Jika sudah dibuka, kemudian pilih ActionScript 3.
Jika sudah dipilih, maka tampilan akan seperti ini.

Membuat Animasi Orang Berjalan

Berdasarkan panduan siklus gerak jalan di atas kembangkanlah gambar taman-teman sesuai dengan imajinasi dan keinginan teman-teman. Secara keseluruhan Saya menggambarkan seperti dibawah ini.
Membuat Animasi Orang Berjalan

Sekarang kita mulai proses pembuatannya.
Mulai dengan gambar 1. Klik kanan pada frame 1 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Contact”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Lanjutkan dengan gambar 2 . Klik kanan pada frame 5 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Recoil”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Kemudian aktifkan Onion Skin yang berada di bawah Timeline, agar lebih mudah dalam membuat pergerakan gambar nantinya.

Setelah itu geser gambar fase "Recoil" agar dekat dengan gambar fase “Contact”, supaya pergerakan gambar atau animation lebih halus. Seperti gambar dibawah ini.

Lanjutkan dengan gambar 3. Klik kanan pada frame 9 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Passing”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).
Lakukan hal yang sama seperti frame 5, pada frame selanjutnya.

Lanjutkan dengan gambar 4. Klik kanan pada frame 13 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “High-Point”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Mulai dengan gambar 5. Klik kanan pada frame 17 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Contact”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Lanjutkan dengan gambar 6 . Klik kanan pada frame 21 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Recoil”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Lanjutkan dengan gambar 7. Klik kanan pada frame 25 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Passing”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).

Lanjutkan dengan gambar 8. Klik kanan pada frame 29 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “High-Point”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).


Mulai dengan gambar 9. Klik kanan pada frame 33 > Insert Keyframe. Gambarkan Fase “Contact”. setelah anda gambar convert menjadi symbol (Modify > Convert to Symbol > Type : Movie Clip).
Untuk melihat hasilnya, tekan ‘Ctrl + Enter’.



Share:

Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)

2 Hal Terpenting tentang Perbedaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)


Seberapa tahu anda mengenai perbedaan Virtual Reality dan Augmented Reality? Setelah popular semenjak digunakan dalam berbagai platform gaming, antusiasme masyarakat terhadap teknologi VR dan AR semakin meningkat. Banyak pengembang aplikasi yang turut memanfaatkan antusiasme ini untuk memproduksi konten VR dan AR dalam jumlah banyak. Walaupun semakin banyak konten AR dan VR yang bermuncul, ternyata peningkatan minat ini diiringi oleh penggunaan kedua istilah dalam pengertian yang keliru.
Masih ada masyarakat yang keliru atau bahkan tidak bisa membedakan Virtual Reality maupun Augmented Reality. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Secara umum, Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang bertujuan merangsang persepsi dan indera dari penggunanya. Pengguna (user) dapat merasakan berada di ’dunia lain” dan berinteraksi di dalamnya. Kendati demikian, keduanya memiliki perbedaan dalam beberapa hal berikut ini. Oleh karena itu, berikut perbedaan VR dan AR yang wajib anda ketahui sebelum anda merogoh kocek untuk memiliki salah satu atau keduanya.

Perangkat

Salah satu perbedaan VR dan AR adalah dari segi perangkat. Dalam virtual reality (VR), perangkat utama yang anda perlukan adalah headset VR. Headset VR ini dapat anda kombinasikan dengan console untuk dapat berinteraksi dalam sajian virtual dari perangkat headset. Biasanya, headset VR perlu dikoneksikan dengan laptop atau PC dengan minimum spesifikasi tertentu agar user dapat merasakan pengalaman yang diinginkan. Namun, Samsung Gear VR adalah salah satu contoh untuk menikmati Virtual Reality dengan ponsel.



Sedangkan dalam Augmented Reality (AR) tidak memerlukan seperangkat alat khusus untuk menikmatinya. Sebagai contoh, hanya dengan smartphone atau tablet yang memiliki aplikasi AR  didalamnya, anda dapat menikmati sensasi dunia virtual yang muncul dalam dunia nyata. Lebih serunya lagi, konten Augmented Reality jauh lebih mengedepankan efektivitas dibanding hiburan dalam penerapannya di kehidupan masyarakat.

Prinsip

Perbedaan VR dan AR ketiga adalah dari segi prinsip. Tujuan dari AR dan VR secara umum memang sama, namun secara teorii, virtual Reality menghadirkan user dalam dunia virtual, yang membuat anda sebagai user seolah-olah berada di tempat lain. Sedangkan Augmented Reality secara teori adalah menghadirkan efek virtual dalam dunia sesungguhnya. Contoh sederhananya adalah virtual reality dapat menghadirkan anda dalam tempat lain dalam sekejap, tentunya dengan memakai headset VR. Sedangkan Augmented Reality dapat menghadirkan efek visual yang anda dapat lihat melalui ponsel yang sudah terinstall aplikasi pendukung AR, contohnya adalah game Pokemon GO yang dapat menampilkan pokemon melalui kamera belakang ponsel anda.
Jadi, bagusan yang mana ya?
Dalam VR maupun AR, keduanya tidaklah menjatuhkan sama lain, bahkan saling terkait untuk mewujudkan berbagai keinginan user. Salah satu contoh penggabungan kedua teknologi ini adalah Microsoft hololens dan HTC Vive, atau perangkat virtual reality apapun yang menambahkan console untuk menambah sensasi atau pengalaman user terasa lebih nyata.

Baru saja anda membaca mengenai perbedaan Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Semoga dua hal yang telah dijabarkan dapat membantu anda dalam memilih perangkat virtual reality yang terbaik untuk kebutuhan anda.
Perangkat yang baik tentunya akan menghasilkan hasil yang terbaik pula, oleh karena itu SmartEye selalu menyediakan perangkat Virtual Reality dengan kualitas dan spesifikasi tinggi untuk membantu partner kami mensukseskan bisnis, acara, maupun kebutuhan dan tujuan lainnya.


Share:

Cara Membuat Animasi dari Aplikasi Foto Bergerak di Android

Animasi dari Aplikasi Foto Bergerak di Android


Animasi tentu disukai oleh banyak kalangan karena memiliki daya tarik masing-masing. Nyatanya, hanya berbekal smartphone Android saja, kamu sudah bisa loh membuat animasi menggunakan aplikasi foto bergerak loh.
Nah, berikut Jaka bakal mengulas secara lengkap cara membuat animasi dengan aplikasi foto bergerak di Android. Yuk disimak!

Loopsie Cinemagraph, Aplikasi Foto Bergerak untuk Membuat Animasi Unik

Kali ini Jaka akan menggunakan aplikasi bernama Loopsie Cinemagraph, Living Photo yang dikembangkan oleh GameLounge. Untuk langkah-langkah membuat animasi unik, berikut sudah Jaka kasih tutorial lengkap khusus buat kamu.

Langkah-langkah Membuat Animasi dengan Aplikasi Foto Bergerak di Android

Langkah - 1

Pertama kali tentu kamu wajib men-download dan install aplikasi Loopsie Cinemagraph, Living Photo yang bisa kamu coba pada tautan yang sudah Jaka berikan di bawah ini.


Langkah - 2

Kemudian buka aplikasi foto bergerak ini dan kamu akan menemukan tampilan pembuka yang dapat kamu skip untuk memulainya. Untuk memulai, pertama kamu arahkan kamera pada objek yang hendak dianimasikan. Tekan dan tahan tombol Record yang berada di tengah untuk mulai merekam.

Langkah - 3

Setelah selesai, Loopsie Cinemagraph akan secara otomatis menstabilkan video yang telah kamu rekam. Jika proses telah selesai, tap pada layar bagian bawah untuk mulai mengedit animasi foto bergerak yang akan kamu buat.

Langkah - 4

Kemudian kamu akan menemukan 2 pilihan dalam mengedit animasi, yakni Animate untuk memilih area yang dianimasikan dan Freeze pada area yang diam. Lakukan swipe pada layar untuk memulai mengedit. Bagian layar yang merah adalah bagian yang diam, sementara yang terhapus adalah yang dianimasikan. Tekan tombol di kanan bawah apabila kamu sudah selesai mengedit.

Langkah - 5

Terakhir kamu bisa membagikan animasi yang sudah kamu buat di berbagai sosial media. Kamu juga bisa menyimpannya pada memori internal atau tap Create New untuk membuat animasi foto bergerak baru.

Hasil Akhir

Nah, kira-kira animasi dari aplikasi foto bergerak yang dihasilkan oleh Loopsie Cinemagraph bakal seperti ini guys! Bagus enggak menurutmu?

sumber :https://jalantikus.com/tips/cara-bikin-animasi-foto-bergerak/


Share: